Perhatikan BOS Restouran yang baru saja habis memarahi anak buahnya di bagian marketing diskon lagi diskon lagi, Emang enggak ada cara lain untuk bikin restoran ini ramai? Kalau cuma bikin promosi diskon saya nggak perlu bayar gaji kalian gede. Di sini saya mesti kasih tahu apa supaya dia nggak jadi kompor meleduk sebelum mulai bahasan ini
Diskon 25%, 50%, 90%, 200%, gimana ceritanya beli 1 bisa gratis nya 2??? semua itu hanya terjadi di bisnis ritel fashion. Mengapa bisa begitu? Rasio keuntungan menjual baju boleh dikatakan tidak terhingga karena harga bandrol mereka kosong. Suka-suka mereka aja mau pasang angka berapa? Boleh jadi keuntungan sepotong baju bisa sampai 500% 5 kali lipat harga pokoknya. Jadi kalau mereka memberi diskon 50% atau 75% bahkan sampai yang tidak masuk akal tadi beli 1 dapat gratis 2. Apakah mereka rugi??? Tentu saja tidak, mereka tetap menang banyak, masih untung. Justru mereka paling takut kalau baju yang mereka jual tidak habis melewati satu musim atau trend model baju itu sudah tenggelam. Maka tidak ada orang yang mau membeli atau mengenakan pakaian itu lagi. Jadi mereka berani memberikan diskon gila-gilaan untuk memancing perhatian orang untuk membeli. Siapa yang nggak tergiur kalau diskonnya sampai 90%??? Kalau cuma diskon 20%, 30%, 50% itu masalah kecil, mereka tinggal gantung bandrol diskon itu tanpa perlu takut rugi.
Bagaimana dengan bisnis restoran??? Beda 180°... berbeda. Keuntungan anda tidak besar. Harga jual dengan food cost 30% aja kalau bisa laku banyak terjual anda sudah senang. Begitu sebaliknya anda tidak takut Makanan Anda menjadi basi tidak habis terjual, karena anda bisa memasaknya sesuai jumlah pesanan Jadi kenapa kita mesti memberi diskon gede-gedean lagipula yang namanya orang datang ke restoran tidak spontan, karena melihat diskon mereka ke restoran ada rencananya, ada waktu, dan ada acara,untuk apa mereka bersantap??? Jadi tidak salah kalau Pak Bos tadi marah-marah karena anak buahnya sering bikin promosi diskon.
Sebenarnya dulu ada zamannya restoran ikut diskon gede-gedean seperti itu, ini beneran terjadi. Benar itu terjadi 10 tahun yang lalu, kalau tidak percaya Anda buka aja link ke website itu, makanya restoran itu sudah tidak ada lagi sekarang mohon maaf ya...... Restoran tersebut akhirnya tutup, karena kehilangan pamor orang hanya datang ke restoran itu pada saat ada diskon. Kenapa gitu??? sebab lama-lama orang sadar kalau restoran tersebut bisa kasih diskon sebesar itu berarti harga normalnya lah yang kemahalan. Harga yang pantas saat ada diskon itu bahkan sebagian orang malah berpikir negatif. Gimana kualitas makanan yang disajikan dengan harga diskon seperti itu? baca ulasan negatif...Bagaimana pengalaman buruk yang terjadi ketergantungan pada promo diskon akhirnya membunuh restoran itu. Jadi, untuk Anda yang suka bikin promo diskon hati-hati ya..
Anda pernah mendengar konsep ember bocor???? seberapapun air dicurahkan dari keran ke ember itu kalau embernya bocor, maka tidak akan membuat air menjadi penuh bahkan kalau kebocorannya lebih besar dari pemasukan akhirnya ember itu akan kosong kehabisan air karena terbuang yang sia-sia.
Contoh anda menjual 5 unit menu seharga Rp20.000 maka pendapatan penjualan Anda sebesar Rp100.000, tetapi anda memberikan diskon 25% berarti anda telah membuat lubang pertama yang lumayan besar pula maka penerimaan uang penjualan Anda berkurang menjadi Rp75.000. untuk menu itu Katakan Food Cost 30%, sayangnya lubang ini tidak Bisa dihindarkan harus kita terima maka keuntungan kotor Anda tinggal Rp5.000 begitu seterusnya sesuai konsep ember bocor lagi.
Sekarang bandingkan dengan ember yang ada di sebelah kiri Anggap saja milik kompetitor Anda maka anda bisa melihat dimana kebocoran ember. Anda boleh berkilah namanya juga promosi kan masih ada umpannya dan pasti ada biayanya anda memberikan diskon 25%. Bagaimana kalau kompetitor anda memberikan cashback 30% ??? Apakah ember kompetitor akan menjadi bocor anda memberikan diskon senilai Rp25.000? kompetitor memberikan cashback senilai Rp30.000, kira-kira umpan mana yang lebih menarik saat anda memberikan diskon kepada customer? Maka biaya Rp25.000 seketika menjadi beban Anda sedangkan Kau hanya menang Rp9.000 saja. Kok bisa begitu???? karena customer akan menukarkan cashback itu pada kunjungan lain hari. Dalam bentuk makanan dan minuman makanan Anda kan 30% jadi biayanya Rp30.000 dikali 30% yang 9000. Kompetitor memberikan cashback dalam bentuk voucher atau poin reward yang tersimpan dalam kartu membership yang mereka buat, sehingga saat customer berkunjung kembali, mereka dapat menukarkan voucher atau poin tersebut. Apakah customer yang Anda berikan diskon itu akan datang kembali berkunjung? Anda tidak akan pernah tahu dan tidak ada jaminan tamu itu akan datang kembali, yang jelas Kamu itu sudah mendapatkan diskon dan pembebanan Dan pembebanan biaya diskon mesti Anda tanggung saat itu sebaliknya kompetitor masih bisa berharap customer akan datang berkunjung untuk menukarkan cashback-nya. Dimana saat mereka datang mestinya mereka akan berbelanja lebih banyak dari nilai cashback yang mereka dapatkan pada saat kunjungan terdahulu.
Artinya umpan khas itu menghasilkan sel. Bagaimana kalau customer itu tidak datang kembali lagi? tidak masalah toh. Kompetitor tidak menanggung kerugian dan Biaya apapun boleh dibilang kompetitor beruntung karena sudah menyelamatkan pendapatan penuh tidak berkurang sepeserpun. Sepertinya Anda paham Kasus tadi kita bisa belajar bahwa menjadi seorang marketing dalam mengadakan promosi bukan sekedar membuat aktivitas tapi harus mampu menyusun perhitungan dan pertimbangan secara strategis berkaitan dengan biaya dan potensi pendapatan juga dampak terhadap kemajuan restoran secara keseluruhan. Jangan hanya mengadakan program marketing dengan memberikan diskon yang sarat dengan beban biaya kalau hasil yang akan anda peroleh tidak sebanding Apalagi anda tidak bisa mengukur keberhasilannya.
Sumber: Heirloomwork
Tidak ada komentar:
Posting Komentar